Minhajul Haq — Kreator konten Bang Kevin dari kanal Mau Jadi Apa membagikan pengalamannya setelah menghadiri MH Fest 2.0 yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Minhajul Haq. Dalam video yang diunggahnya, Bang Kevin mengaku datang dengan ekspektasi yang sederhana. Namun, seluruh pandangannya berubah total setelah melihat langsung bagaimana para santri mengelola acara tersebut.
Menurut Bang Kevin, sebelum datang ia sempat berpikir bahwa acara yang dikelola oleh para santri kemungkinan akan berjalan seperti kegiatan pesantren pada umumnya. Akan tetapi, sesampainya di lokasi, semua anggapan tersebut langsung terpatahkan.
Profesionalisme Santri di Luar Dugaan
Salah satu hal pertama yang menarik perhatian Bang Kevin adalah cara kerja panitia yang dinilainya sangat profesional. Ia bersama tim Mau Jadi Apa melihat langsung bagaimana setiap bagian acara berjalan dengan terorganisir. Beberapa poin yang disampaikan Bang Kevin antara lain:
- Manajemen waktu panitia sangat rapi.
- Cara kerja panitia sangat taktis dan terstruktur.
- Persiapan acara terlihat matang.
- Pelaksanaan kegiatan berlangsung profesional.
- Setiap panitia memahami tugasnya dengan baik sehingga acara berjalan lancar.
Menurutnya, kualitas penyelenggaraan acara tersebut tidak kalah dengan event yang biasa dikelola oleh event organizer profesional.
Dikira Event Organizer Profesional dari Luar
Bang Kevin bahkan mengaku sempat mengira bahwa seluruh penyelenggara acara berasal dari perusahaan event organizer profesional. Ia mengatakan bahwa apabila para panitia tidak mengenakan peci, dirinya tidak akan mengetahui bahwa mereka sebenarnya adalah para santri. Hal tersebut menunjukkan tingkat profesionalisme yang berhasil ditampilkan oleh seluruh panitia MH Fest 2.0.
Ternyata Seluruh Panitia Merupakan Santri Kelas XI
Rasa kagum Bang Kevin semakin bertambah ketika mengetahui fakta sebenarnya. Setelah bertanya kepada salah seorang ustadz di Pondok Pesantren Minhajul Haq, ia mendapatkan penjelasan bahwa seluruh panitia utama yang mengelola acara merupakan santri kelas XI. Fakta tersebut membuat Bang Kevin memberikan apresiasi secara berulang.
Menurutnya, kemampuan para santri dalam merancang hingga mengeksekusi acara sebesar MH Fest merupakan pencapaian yang sangat membanggakan.
Festival Megah Tanpa Meninggalkan Nilai-Nilai Syariat
Bagi Bang Kevin, hal yang paling berkesan bukan hanya kemegahan festivalnya. Justru yang paling membuat dirinya dan tim memberikan apresiasi adalah bagaimana MH Fest tetap menjaga identitas sebagai kegiatan pesantren yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam.
Beberapa hal yang menjadi sorotan Bang Kevin adalah:
- Kemegahan acara tidak menggeser nilai-nilai syariat.
- Adab tetap menjadi prioritas utama selama kegiatan berlangsung.
- Batasan-batasan syariat tetap dijaga dengan baik.
- Suasana religius tetap terasa di seluruh rangkaian acara.
- Lingkungan acara tetap teduh dan nyaman.
- Keseruan festival tetap dapat dinikmati tanpa mengurangi nilai-nilai keislaman.
Menurutnya, keseimbangan antara profesionalisme dan ketaatan terhadap syariat merupakan sesuatu yang sangat jarang ditemukan dalam sebuah festival.
Bukti Bahwa Profesionalisme dan Ketaatan Bisa Berjalan Bersama
Dalam penutup videonya, Bang Kevin menyampaikan bahwa para santri Minhajul Haq berhasil membuktikan bahwa profesionalisme dan komitmen terhadap ajaran agama bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Sebaliknya, keduanya dapat berjalan beriringan secara harmonis apabila dibangun melalui pendidikan yang baik.
Apresiasi untuk Seluruh Panitia dan Pengajar
Bang Kevin juga menyampaikan penghormatan dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MH Fest 2.0, mulai dari panitia santri, para ustadz, hingga seluruh tenaga pendidik di Pondok Pesantren Minhajul Haq yang telah membimbing para santri hingga mampu menyelenggarakan acara dengan kualitas yang sangat baik.
Berharap Dapat Kembali di MH Fest 3.0
Di akhir penyampaiannya, Bang Kevin mengungkapkan harapannya untuk dapat kembali menghadiri MH Fest berikutnya. Ia menutup videonya dengan ucapan:




